Baik, pada artikel kali ini kami akan membahas perihal cara menghitung 1000 hari orang meninggal menurut islam. Bagi kamu yang penasaran dengan caranya, maka silahkan bisa simak ulasan artikel ini sampai selesai.

Seperti yang kita ketahui bahwa ada ritual atau tradisi yang kerap dilakukan sebagai tanda penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Hal ini cukup umum dilakukan dalam masyarakat islam Jawa, mulai dari hari pertama kematian sampai dengan peringatan 1000 hari setelahnya.

Acara selamatan adalah salah satu ritual untuk mengenang orang yang telah meninggal. Dalam selamatan tersebut kita berdoa untuk almarhum atau almarhumah dengan membacakan QS. Yasin beserta dengan tahlil atau tahlilan dan manaqib.

Nah setelah ritual tersebut selesai dilakukan biasanya pihak keluarga yang meninggal dunia memberikan sedekah kepada tetangga dan masjid yang ikut serta dalam acara tersebut.

Di masyarakat Jawa itu sendiri terdapat delapan jenis selamatan untuk orang yang meninggal, dimulai dari hari wafatnya. Kedelapan jenis selamatan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Geblag; acara selamatan setelah pemakaman
  2. Nelung dina; selamatan 3 hari setelah kematian
  3. Mitung dina; selamatan 7 hari kematian
  4. Matang puluh; selamatan 40 hari kematian
  5. nyatus; selamatan 100 hari kematian
  6. Mendak sepisan; selamatan peringatan tahun pertama kematian
  7. Mendak pindah; selamatan peringatan tahun kedua kematian
  8. Nyewu dina; selamatan 1000 hari kematian

Jika diantara kamu penasaran dengan cara untuk menghitung 1000 hari orang meninggal, maka silahkan bisa simak penjelasan selengkapnya ada di bawah ini!

Cara Menghitung 1000 Hari Orang Meninggal Menurut Islam

Menurut islam, untuk menghitung 1000 hari orang meninggal bisa kamu lakukan dengan memperhitungkan hari dan pasaran menggunakan rumus nemsarma, yakni bisa dihitung dari hari keenam dan pasaran kelima.

READ  Makna Rukun Iman dan Rukun Islam, Wajib Kamu Ketahui

Contohnya, jika seseorang menginggal pada bulan sura dan telah berlalu 35 bulan sejak kematiannya, maka hari kematiannya akan dihitung. Jadi, jika orang yang meninggal tersebut wafat pada hari sabtu pahing, maka 1000 hari setelahnya jatuh pada hari rabu legi malam kamis.

Akan tetapi, jika seseorang meninggal pada tanggal 1, 2 atau 3 di bulan Jawa yang memiliki 30 hari, maka perhitungannya akan sedikit berbeda, yakni bisa dihitung selama 34 bulan.

Cara Menghitung 1000 Hari Orang Meninggal Menurut Islam

Berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghitung 1000 hari orang yang meninggal berdasarkan hari kematiannya:

  1. Jika seseorang meninggal pada hari minggu, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari jumat.
  2. Jika seseorang meninggal pada hari senin, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari sabtu.
  3. Jika seseorang meninggal pada hari selasa, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari minggu.
  4. Jika seseorang meninggal pada hari rabu, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari senin.
  5. Jika seseorang meninggal pada hari kamis, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari selasa.
  6. Jika seseorang meninggal pada hari jumat, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari rabu.
  7. Jika seseorang meninggal pada hari sabtu, maka 1000 hari kematiannya akan jatuh pada hari kamis.

Akhir kata

Mungkin itulah sedikit penjelasan artikel tentang cara menghitung 1000 hari orang meninggal menurut islam yang dapat kami sampaikan dengan sebenar-benarnya.

Semoga dengan adanya ulasan artikel di atas membantu kamu!

Write A Comment

Pin It