Pada artikel kali ini kami akan membahas terkait tata cara lamaran dalam islam. Bagi kamu yang penasaran dengan informasinya, silahkan bisa simak ulasan artikel ini sampai selesai.

Dalam islam, lamaran dikenal dengan istilah khitbah yang mana pihak keluarga calon mempelai pria mengunjungi rumah calon mempelai wanita.

Lamaran pernikahan ini adalah sebuah acara yang mana satu orang dalam suatu hubungan meminta pasangannya untuk menikah.

Jika lamaran tersebut diterima oleh mempelai wanita, berarti menandakan dimulainya pertunangan dan janji bersama untuk menikah di masa depan.

Proses lamaran ini bisa dilakukan dengan berbagai tahapan dan susunan acara yang dihadiri oleh keluarga besar dan sahabat terdekat. Jadi tak heran lagi jika acara lamaran ini dibuat meriah layaknya sebuah pesta yang mengundang banyak orang.

Biasanya, pada acara lamaran seringkali dilakukan prosesi tukar cincin dengan pasangan sebagai salah satu syarat yang harus dipersiapkan. Karena memberikan cincin pada pasangan memiliki arti sebagai simbol yang sakral.

Dalam pertemuan lamaran tersebut, keluarga mempelai pria akan mengutarakan maksud dan tujuan datang ke rumah mempelai wanita. Nah, permintaan tersebut bisa disampaikan langsung oleh pihak pria, namun juga bisa dengan perantara dari pihak lain yang bisa dipercaya.

Lamaran itu sendiri harus dijawab dengan kata iya atau tidak. Jika mempelai wanita menyetujui atau mengiyakan, maka dalam pandangan islam disebut sebagai Makhtubah, atau perempuan yang resmi dilamar. Jadi, wanita tersebut sudah tidak boleh menerima lamaran dari pria lain.

Lantas, bagaimana sih tata cara lamaran yang sesuai dengan ajaran islam? Jika diantara kamu penasaran dengan informasinya, silahkan simak penjelasan selengkapnya ada di bawah ini!

Tata Cara Lamaran dalam Islam

Tata Cara Lamaran dalam Islam

Berikut adalah tata cara lamaran yang benar dalam islam yang dapat kamu pahami:

  1. Memohon petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala
READ  Cara Menghitung 1000 Hari Orang Meninggal Menurut Islam

Sebelum mengajukan lamaran ke mempelai wanita, mempelai pria harus memantapkan hati terlebih dahulu dengan meminta petunjuk dari Allah SWT melalui sholat istikharah. Dengan begitu maka kamu akan mendapat jawabannya.

  1. Membaca doa dan sholawat Nabi

Sebagaimana dalam catatan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengatakan:

“Disunahkan seseorang yang melamar (baik diri sendiri atau wakilnya) membaca hamdalah, menyebut pujian kepada Allah, shalawat untuk Nabi Rasulullah SAW. Setelah itu, bacalah asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh.”

  1. Mendatangi kediaman mempelai wanita

Setelah itu, pihak keluarga mempelai pria mengunjungi kediaman pihak keluarga mempelai wanita yang akan dilamar dengan penuh kesiapan.

  1. Menyampaikan maksud dan tujuan

Setelah tiba di kediaman mempelai wanita, silahkan sampaikan maksud dan tujuan datangnya ke rumah mempelai wanita yakni untuk melamar sang pujaan (mempelai wanita).

  1. Penyampaian jawaban pihak perempuan

Kemudian mempelai wanita alam memberikan jawaban kepada mempelai pria yaitu menerima atau menolak lamaran. Jika lamaran tersebut diterima, maka pihak keluarga mempelai wanita akan menyambut baik rencana pernikahan dari kedua mempelai.

  1. Menyerahkan hantaran

Selanjutnya hantaran yang dibawa oleh pihak pria akan diserahkan kepada keluarga mempelai wanita sebagai wujud keseriusan untuk meminang calon mempelai wanita.

  1. Penutupan acara lamaran

Nah, setelah pembicaraan inti acara tersebut selesai dilakukan, maka terakhir yaitu penutupan lamaran. Acara lamaran ini bisa ditutup dengan bacaan doa supaya rencana untuk menikah kedua mempelai bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.

Akhir kata

Mungkin itulah tata cara lamaran dalam islam yang dapat kami sampaikan. Semoga mudah dipahami dan bisa membantu proses lamaranmu!

Write A Comment

Pin It